Nilai aperture yang dipilih ini akan memilih bukaan yaitu seberapa kecil atau besarnya bukaan lensa. Semakin besar bukaan lensa, maka semakin besar pula cahaya yang masuk. Begitu pula sebaliknya yaitu semakin sempit bukaan lensa maka semakin sedikit cahaya yang masuk.
Selain membahas mengenai aperture pada kamera ponsel dan fungsinya, kita perlu mengetahui mengenai satuan aperture. Satuan aperture ini yaitu f-stop, contohnya f/2.8, f/5, f/8, f/22 dan lain-lain. Pengaturan aperture sendiri sangat bergantung pula dengan pengaturan Shutter Speed dan ISO. Maka semakin rendah nilainya (ex. f/2.8), maka semakin lebar pula bukaannya. Dan masih sebaliknya semakin besar nilainya ibarat f/22 maka semakin kecil bukaannya.
Selain membahas mengenai aperture pada kamera ponsel dan fungsinya, kita perlu mengetahui mengenai satuan aperture. Satuan aperture ini yaitu f-stop, contohnya f/2.8, f/5, f/8, f/22 dan lain-lain. Pengaturan aperture sendiri sangat bergantung pula dengan pengaturan Shutter Speed dan ISO. Maka semakin rendah nilainya (ex. f/2.8), maka semakin lebar pula bukaannya. Dan masih sebaliknya semakin besar nilainya ibarat f/22 maka semakin kecil bukaannya.
Lalu apakah pula dampak Aperture terhadap Depth Of Field? Saat kita kita mengubah Nilai aperture, maka akan kuat terhadap Depth of Field. Untuk yang belum mengetahui mengenai apakah Depth of Field, berikut ini yaitu penjelasannya.
Depth of Field merupakan area tajam / area fokus pada gambar. Aperture pada kamera ponsel dan fungsinya akan berbanding terbalik dengan Depth of Field, maka dari itu ketika kita atur bukaan aperture terlebar (angka kecil) maka Depth of Field tersempit akan kita dapatkan, sebaliknya kalau kita mengatur bukaan aperture tersempit (angka besar) maka Area Depth of Field terluas yang kita dapatkan.
Jika Depth of Field Sempit itu artinya sedikit area fokus dan banyak area blur/tidak fokus. Pengaturan Aperture ini sangat bermanfaat dalam fotografi jenis apapun, baik landscape (pemandangan), portrait(wajah) dan maupun macro.
Dalam fotografi landscape biasanya yang dipakai bukan aperture pada kamera ponsel dan fungsinya yang termasuk aperture terkecil (angka besar) sehingga semua area tampak tajam / fokus, baik area foreground atau background, dengan memakai lensa wide angle akan dihasilkan gambar yang sangat dramatis.
Sedangkan untuk fotografi Portrait terkadang memakai bukaan aperture lebar (nilai kecil). Tujuannya yaitu untuk mengisolasi subjek supaya lebih lebih banyak didominasi dan tidak dikacaukan oleh background, dan biasanya memakai lensa tele menengah.
Hal ini juga berlaku untuk fotografi macro, yaitu dengan memakai lensa makro ketika ingin mengisolasi subjek dan mengaburkan background, maka settingan aperture terlebar sanggup kita gunakan. Ini pun termasuk aperture pada kamera ponsel dan fungsinya.
Sedangkan untuk fotografi Portrait terkadang memakai bukaan aperture lebar (nilai kecil). Tujuannya yaitu untuk mengisolasi subjek supaya lebih lebih banyak didominasi dan tidak dikacaukan oleh background, dan biasanya memakai lensa tele menengah.
Hal ini juga berlaku untuk fotografi macro, yaitu dengan memakai lensa makro ketika ingin mengisolasi subjek dan mengaburkan background, maka settingan aperture terlebar sanggup kita gunakan. Ini pun termasuk aperture pada kamera ponsel dan fungsinya.
Aperture pada setiap lensa tidak sama alias berbeda-beda. Misalnya pada lensa prime, biasanya lensa ini memiliki bukaan sangat lebar (nilai kecil misal. f/1.4), dan pada lensa zoom biasanya mempunyai bukaan terlebar f/4. Inilah salah satu kelebihan lensa prime yang sanggup menangkap gambar dalam kondisi minim cahaya.
Perlu juga diketahui mengenai mode auto aperture pada kamera ponsel dan fungsinya. Model auto aperture (AV/Aperture Value) ini yaitu mode semi otomatis yang mengijinkan kita untuk merubah angka aperture secara manual dan shutter speed akan mengikutinya secara otomatis. Mode ini berfungsi menghemat waktu dalam banyak kasus dan sangat berkhasiat bagi penggunanya. Melalui tampilan live view kita sanggup melihat perbedaan DOF sesudah merubah angka aperture tersebut. Lensa prime sering juga disebut lensa cepat alasannya mempunyai bukaan aperture lebar sehingga sanggup memakai shutter speed cepat. Dalam banyak kasus lensa prime dengan bukaan aperture lebar mempunyai banyak keunggulan ibarat menangani kondisi minim cahaya, mengisolasi subjek, dan penggunaan ISO yang lebih rendah.
Elemen di dalam lensa prime tidak bergerak maju mundur, hal inilah yang menimbulkan kualitas gambar yang dihasilkan lebih konstan. Kelebihan lain yaitu lensa ini berukuran lebih kecil dan biasanya berbobot lebih ringan sehingga gampang dibawa kemanapun.
Elemen di dalam lensa prime tidak bergerak maju mundur, hal inilah yang menimbulkan kualitas gambar yang dihasilkan lebih konstan. Kelebihan lain yaitu lensa ini berukuran lebih kecil dan biasanya berbobot lebih ringan sehingga gampang dibawa kemanapun.



No comments:
Post a Comment